"Di Dalam Hati Manusia Ada Kesedihan... Dan Kesedihan Itu Tidak Akan Hilang Kecuali Seronok Mengenal Allah..."
“Usah gelisah apabila dibenci manusia kerana masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana tiada lagi yang mengasihmu di akhirat kelak…”

Friday, September 4, 2009

NUZUL AL-QURAN - Artikel 36/2009 - Tarikh : 4 september 2009 / 14 Ramadhan 1430 H


Sememangnya sudah menjadi tradisi bagi kita umat Islam, pada setiap tanggal 17 Ramadhan kita akan mengadakan peringatan Nuzul Al-Quran. Bahkan hampir di seluruh negeri-negeri Islam, pemerintahan setempat secara rutin melaksanakan peringatan tersebut setiap tahun, yang sering-kali digabungkan dengan peristiwa Perang Badar Al-Kubra (terjadi pada 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijrah, ketika umat Islam pertama kali melaksanakan shaum Ramadhan).

Bila dan Bagaimana Al-Quran diturunkan
Terdapat dua pendapat mengikut ahli sejarah, termasuk pendapat para ahli hadis, tentang Al- Quran yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad saw.

Pendapat pertama menyatakan bahawa Al-Quran diturunkan pada malam Isnin tanggal 17 Ramadhan, 13 tahun sebelum hijrah (6 Ogos 610 M). Pendapat kedua pula menyatakan bahawa Al-Quran telah diturunkan pada malam Isnin, tanggal 24 Ramadhan (13 Ogos 610 M). Pendapat yang pertama adalah berdasarkan ayat 41 dari Surah Al-Anfaal, manakala pendapat kedua dasarnya adalah ayat 1 Surah Al-Qadr dan ayat 1-4 Surah Ad-Dukhan.
Walaupun tradisi Nuzul Al-Quran telah lazim diperingati pada tanggal 17 Ramadhan, namun sesungguhnya pendapat kedua adalah lebih kuat dan lebih mungkin benarnya. Ini adalah kerana malam Lailatul Qadar yang dipercayai sebagai malam turunnya Al-Quran bukanlah terjadi pada tanggal 17 Ramadhan.

Adapun dalam firman Allah SWT pada ayat 41 surah Al-Anfaal, yaitu: "…jika kamu beriman kepada Allah dan apa-apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad saw) pada hari Furqan,iaitu di hari bertemunya dua pasukan (diperang Badar, antara muslimin dan kafirin) …" (TTQ 8 : 41) Ayat tersebut tidak ada sangkut-pautnya dengan Nuzul Al-Quran.
Tetapi sebenarnya ayat tersebut merupakan penjelasan tentang hukum pembahagian harta rampasan perang (seperti yang terdapat pada awal ayat tersebut). "Ketahuilah sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, RasulNya, kerabat-kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil (orang yang sedang dalam perjalanan)…" (TTQ 8 : 41).

Dan apabila diteliti dengan lebih lanjut, yakni dengan menghubungkan hadis-hadis tentang turunnya Al-Quran, iaitu pada Lailatul-Qadar dan kelahiran Rasullullah pada hari Isnin serta pada catatan-catatan waktu di dalam takwim, maka akan diperolehi kesimpulan yang lebih tepat, iaitu Al-Quran diturunkan pada hari Isnin, malam 21 bulan Ramadhan, 13 tahun sebelum Rasullulah saw berhijrah ke Madinah.

Menurut para mufassirin, Al-Quran yang diturunkan pada malam "Lailatul Qadar" sebagaimana disebut di atas adalah Al-Quran yang turun sekaligus di "Baitul Izzah" di langit dunia. Sedangkan Al-Quran yang diturunkan ke bumi dan diterima Rasullullah sebagai wahyu terjadi secara beransur-ansur selama sekitar 23 tahun.
Adapun ayat-ayat yang pertama diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad saw adalah ayat 1-5 surah Al-'Alaq.
Dan peristiwa ini terjadi ketika nabi saw sedang bertahannus (menyendiri) di Gua Hira. Sedangkan ayat Al-Quran yang terakhir sekali diturunkan adalah ayat-ayat riba iaitu ayat 278 sehingga 281 dari surah Al-Baqarah.

Kandungan (isi) Al-Quran
Sudah dimaklumi oleh kaum muslimin bahawa Al-Quran terdiri daripada 114 surah (86 surah Makkiyah, 28 surah Madaniyah), dengan jumlah ayat seluruhnya adalah 6236 ayat (4613 ayat Makkiyah dan 1623 ayat Madaniyah).

Isi ajaran yang tercantum pada Al-Quran sesungguhnya meliputi tiga fasa iaitu:
  1. Merupakan cerita atau peraturan (masalah) masa lampau (sejak penciptaan malaikat, langit dan bumi dan sebagainya),
  2. Peraturan masa kini (tatkala Al-Quran diturunkan) dan
  3. Peraturan untuk masa hadapan (sejak masa Rasullullah saw, masa kini dan seterusnya hari kiamat).

Secara keseluruhannya, Al-Quran berisikan peraturan hukum berkaitan dengan masalah aqidah, ibadah, muamalah, akhlak, hukum-hukum dan sebagainya.

SUMBER: http://www.al-azim.com/masjid/ramadhan/

No comments:

Post a Comment

Doa Dhuha & Maksudnya

Qasidah Ya Hanana

" Betapa Beruntungnya Kami "

Telah muncul agama yang didukung,
Telah muncul agama yang didukung dengan munculnya sang Nabi Ahmad,
Betapa beruntungnya kami dengan Muhammad,
Itulah anugerah dari Allah.

Betapa beruntungnya kami,
Diistimewakan dengan as-Sab’ul Matsany (al-Fatihah),
Penghimpun rahsia setiap makna, tiada yang setanding dengannya,
dan Allah mewahyukannya kepadanya (Muhammad SAW),

Betapa beruntungnya kami,
Ketika di Makkah bulan tampak terbelah deminya (Muhammad SAW),
lalu kabilah Mudhar (kabilah Muhammad SAW) dibanggakan di atas seluruh manusia.

Betapa beruntungnya kami,
Beliau adalah manusia yang terbaik ciptaannya, dan teragung akhlaknya,
Menjadi sebutan barat dan di timur.
Segala puji bagi Allah,

Betapa beruntungnya kami,
Berselawatlah kepada sebaik-baik manusia, yang terpilih,
Sang bulan purnama,
Berselawatlah dan sampaikan salam kepadanya,
kelak ia akan memberi syafaat kita di hari kebangkitan.

Betapa beruntungnya kami.

Jom Hayati : "Doa Rabitah"

Sesungguhnya Engkau tahu
Bahwa hati ini tlah berpadu
Berhimpun dalam naungan cintaMu
Bertemu dalam ketaatan
Bersatu dalam perjuangan
Menegakkan syariat dalam kehidupan

Sesungguhnya Engkau tahu
Bahwa hati ini tlah berpadu
Berhimpun dalam naungan cintaMu
Bertemu dalam ketaatan
Bersatu dalam perjuangan
Menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
Tegakkanlah cintanya
Tunjukilah jalan-jalannya

Terangilah dengan cahyaMu
Yang tiada pernah padam
Ya Robbi bimbinglah kami…

Lapangkanlah dada kami
Dengan karunia iman
Dan indahnya tawakkal padaMu

Hidupkan dengan ma’rifatMu
Matikan dalam syahid di jalanMu
Engkaulah pelindung dan pembela

Lapangkanlah dada kami
Dengan karunia iman
Dan indahnya tawakkal padaMu
Hidupkan dengan ma’rifatMu
Matikan dalam syahid di jalanMu
Engkaulah pelindung dan pembela

Kuatkanlah ikatannya
Tegakkanlah cintanya
Tunjukilah jalan-jalannya
Terangilah dengan cahyaMu
Yang tiada pernah padam

Ya Robbi bimbinglah kami…
Ya Robbi bimbinglah kami…
Ya Robbi bimbinglah kami…